RAJA KERATON AGUNG SEJAGAT DI VONIS 4 TAHUN PENJARA

By Redaksi 17 Sep 2020, 00:37:56 WIB Nasional
RAJA KERATON AGUNG SEJAGAT DI VONIS 4 TAHUN PENJARA

Keterangan Gambar : Kuasa Hukum dan kedua terdakwa


Yogyakarta-JNews

Setelah ditunda pada hari Jumat lalu, akhirnya sidang Pembacaan putusan (vonis) Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santosa (42) dan Fanni Aminadia (43) dilaksanakan hari Rabu  (16 /9) ini. Dalam sidang putusan vonis Kasus Keraton Agung Sejagat Purworejo, Jawa Tengah ini, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) akhirnya dinyatakan bersalah. Toto divonis hukuman 4 tahun penjara dan Fanni 1 tahun 6 bulan.

Sidang vonis kasus Keraton Agung Sejagat digelar secara online di tiga tempat yang berbeda dengan video conference dari masing-masing ruangan. Sidang sengaja digelar secara online berdasarkan peraturan Mahkamah Agung RI untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Selaku hakim ketua, Sutarno memimpin sidang dari ruang sidang Pengadilan Negeri Purworejo, kemudian pihak terdakwa yakni Toto Santoso dan Fanni Aminadia yang merupakan raja dan ratu Keraton Agung Sejagat berada di Rutan Purworejo. Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) bersama penasihat hukum terdakwa berada di Aula Kasman Singodimejo Kejaksaan Negeri Purworejo.  Putusan yang dijatuhkan tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan JPU. Dalam kasus ini Raja Toto dituntut lima tahun bui, sedangkan Ratu Fanni 3,5 tahun penjara.

"Kedua terdakwa terbukti bersalah " Ujar Sutarno.

Kuasa hukum terdakwa Inung Wondo Saputro, kepada Wartawan Jagat News menjelaskan, kliennya tak terima dengan vonis, lantaran hakim dianggap mengabaikan fakta-fakta persidangan. Dia mengungkapkan, kliennya menilai hakim tak mempertimbangkan keterangan ahli dan saksi yang dihadirkan kedua terdakwa. Hakim juga dianggap hanya mempertimbangkan keterangan yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Saya sudah langsung berbicara via tlpn dengan kedua terdakwa, sudah memberi advice juga. Kalau klien saya prinsipnya terdakwa 1 (Toto) merasa tidak terima,” kata Inung, Selasa (15/9).

 “Yang pertama mengabaikan semua keterangan ahli yang dihadirkan oleh kedua terdakwa, sama sekali tidak dipertimbangkan. Mengabaikan saksi-saksi yang meringankan yang dihadirkan oleh kedua terdakwa," jelasnya. "Selain itu, bukti-bukti tertulis yang diajukan kedua terdakwa juga diabaikan, dan dikesampingkan sama sekali. Yang terakhir, hakim hanya mempertimbangkan keterangan ahli dari yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum,” tandas inung.

Keputusan tersebut pun disayangkan oleh Kuasa Hukum terdakwa, mengingat dalam persidangan, para ahli telah menyampaikan ada fakta sejarah yang dinilai perlu dilakukan riset oleh para ahli.  "Para ahli juga berstatement di persidangan, tetapi hal itu juga ternyata tidak dipertimbangkan oleh hakim,” lanjut inung.

Inung menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan ke Raja dan Ratu Sejagat ini . “Kami masih pikir-pikir"  lanjut Inung.

Sebelumnya  Toto dan Fanni didakwa dengan pasal 14 ayat 1 UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 14 ayat 2 UU NO 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan untuk dakwaan kedua yakni pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.       

(Ag/JNews)    




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment